5 Bukti Anda Tergolong Generasi Melek Finansial!

melek finansial

Bukti Anda Tergolong Generasi Melek Finansial!

Generasi Melek Finansial – Memahami lebih dalam melek finansial sangat dibutuhkan. Dengan seperti itu, akan lebih mudah untuk mengimplementasikan nya dalam kehidupan sehari-hari.

Tiap-tiap individu pasti mempunyai sistem masing-masing untuk mengontrol keuangan guna mencukupi kebutuhan hidup. Sistem pengelolaan uang yang baik dan benar seharusnya juga dimiliki oleh generasi millennial. Generasi millennial kini juga seharusnya melek finansial agar kehidupan masa depan bisa terjamin dengan bagus.

Generasi millennial memang seringkali tak mempunyai kontrol dalam membelanjakan uang, terpenting yang telah berpenghasilan sendiri. Melainkan, yang perlu diingat yakni konsisten menyisihkan uang di tabungan, supaya gaji tidak melewati demikian itu saja untuk bayar cicilan. Menabung menjadi hal yang penting demi terjaminnya finansial kamu di masa depan.

Maksud Dari Melek Finansial

Melek finansial adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang bisa berdampak terhadap sikap dan perilaku untuk meningkatkan mutu dalam mengambil keputusan dan pengelolaan keuangan guna mencapai kesejahteraan.

Tujuan dari melek finansial ialah untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan serta perubahan sikap dan perilaku dalam mengelola keuangan agar lebih bagus. Pengelolaan keuangan yang lebih baik bisa menyebabkan terjaminnya situasi finansial kamu di masa depan, sehingga kesejahteraan hidup lebih terjamin.

Inilah Bukti Anda Telah Melek Finansial

Tak bisa dikesampingkan bahwa masih banyak generasi millennial yang belum bisa mengatur keuangan dengan baik dan belum memahami seperti apa membikin pengelolaan uang yang terstruktur . Banyak generasi millennial yang masih berfoya-foya dengan penghasilan yang didapatkan dan belum sadar pentingnya menabung dan investasi.

Banyak orang yang cenderung belum memahami pentingnya dana darurat yang harus dimiliki. Bagi Anda yang mungkin kini belum bisa mengelola keuangan dengan bagus, kamu dapat mengawalinya kini juga. Inilah beberapa sistem yang bisa Anda lakukan dalam mengelola keuangan dan bukti bahwa Anda sudah melek finansial.

1. Tentukan Tujuan Keuanganmu

Menetapkan tujuan keuangan membikin pengelolaan keuangan lebih terpola  dengan bagus. Anda dapat mempertimbangkan tujuan keuangan untuk jangka pendek ataupun rentang panjang. Dengan menentukan tujuan keuangan, umumnya seseorang akan lebih gigih untuk menghasilkan tujuannya ini.

Kalau Anda memutuskan tujuan keuangan dalam bentang pendek, targetkan bahwa tujuan tersebut ditempuh dalam waktu sebagian bulan atau tahun. Semisal, kamu bisa mempunyai asuransi jiwa dan dana darurat sebagai tujuan keuangan rentang pendek.

Untuk tujuan keuangan rentang panjang, Anda dapat mencapainya dalam bentang waktu 10 tahun ke depan. Misalnya, dalam kurun waktu 10 tahun ke depan Anda ingin membayar uang muka KPR atau membeli rumah. Jika kamu telah mempunyai tujuan keuangan yang terjadwal , itu tandanya kamu sudah melek finansial.

2. Membuat Anggaran Keuangan

Gaji yang kamu terima setiap bulan hendaknya dialokasikan dalam format budget keuangan. budget keuangan ini sangat berguna untuk mengetahui seberapa besar uang yang kamu keluarkan tiap-tiap bulan dan kemana saja dana tersebut dialokasikan.

Untuk mengalokasikan pendapatanmu setiap bulan, kamu bisa menerapkan rumus 50/30/20. Artinya, 50% pendapatan yang kamu temukan diterapkan untuk kebutuhan pokok sehari-hari, 30% untuk keperluan diri sendiri (hiburan, jajan, dan cicilan), dan 20% dialokasikan untuk dana darurat, asuransi, atau investasi.

Catat pengeluaran yang Anda lakukan dalam sebuah daftar pencatatan pengeluaran. Tujuannya adalah supaya dapat mengetahui kemana saja dana itu dialokasikan dan agar kamu tahu batas pengeluaran tiap-tiap bulannya.

3. Senantiasa Persiapkan Dana Darurat

Banyak orang yang menyepelekan dana darurat dan cenderung menerapkan uangnya untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif. Meski, dana darurat ini sangat penting untuk menanggulangi pengeluaran atau keperluan yang tidak terduga.

Menyediakan dana darurat juga menghindari kemungkinan untuk berhutang yang dapat menyebabkan membengkaknya cicilan sehingga keadaan keuanganmu makin memburuk. Untuk menjadi generasi millennial yang melek finansial kamu bisa mengalokasikan 10 – 20% penghasilan bulananmu sebagai dana darurat.

4. Berinvestasi

Millennial yang melek keuangan pasti sadar betul pentingnya berinvestasi. Ada bermacam-macam jenis opsi investasi yang bisa kamu lakukan, mulai dari reksadana, pasar uang, obligasi, dan sebagainya.

Saat ini, investasi sudah dapat dilaksanakan dengan gampang lewat pelbagai platform investasi. Malah, dari nominal kecil pun Anda telah dapat berinvestasi. Sebelum mulai investasi, pastikan dahulu untuk mempelajari ilmu-ilmu mengenai investasi dan mulailah melek finansial untuk berinvestasi kini juga.

5. Mereview Berita Finansial Terencana Ulasan

Biasanya finansial secara terencana  sungguh-sungguh penting dikerjakan oleh generasi millennial supaya terbebas dari kebutaan finansial. Dampak, orang yang buta finansial cenderung enggan belajar mengenai ilmu-ilmu finansial.

Untuk belajar ilmu-ilmu finansial bisa melalui buku, dunia maya, atau menonton video-video edukasi mengenai finansial. Dengan upaya itu, kamu bisa menjadi millennial berkualitas yang melek keuangan.

Dampak Dari Milenial Melek Finansial

Tahukah kamu, jika Indonesia saat ini tengah menghadapi bonus demografi millennial sebesar 34% dari total jumlah penduduknya? Akan melainkan, generasi millennial Indonesia tersebut cuma sanggup mengalokasikan dana pengeluaran yang ditabung sebesar 10% saja. Ini artinya, generasi millennial belum sadar mengenai pentingnya mengelola keuangan dengan baik.

Hal itu dipengaruhi oleh gaya hidup di era ini yang mensupport masyarakat membelanjakan uang untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif. Meskipun, tahukah Anda seberapa besar imbas melek finansial untuk Indonesia?

1. Menjadikan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Millennial sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan mengelola keuangan dengan bagus. Energi itu, akses layanan finansial dan instrumen investasi juga semakin gampang didapatkan oleh generasi millennial. Bahkan, millennial sudah memahami pentingnya passive income yang membuat uang berprofesi dan bukan lagi manusianya.

Kecuali ini menciptakan millennial memiliki kemandirian ekonomi dan juga harapan hidup yang lebih terjamin di masa tuanya. Kemandirian ekonomi dan harapan hidup terjamin yang sudah dimiliki oleh masyarakat menjadikan pertumbuhan ekonomi negara juga semakin baik dan berkelanjutan.

2. Meningkatnya Kompetensi Sumber Berdasarkan Manusia (SDM)

Millennial Indonesia yang melek keuangan rupanya menjadi tenaga dalam peningkatan kompetensi Sumber Menurut Manusia (SDM). Dengan melek keuangan, artinya masyarakat telah belajar bagaimana menelaah situasi sulit, membuat keputusan, dan mengevaluasi resiko dalam situasi sulit ekonomi.

Dengan kemampuan itu, artinya tingkat kesanggupan berdaya upaya individu semakin bertambah. Selain inilah yang akan berdampak pada peningkatan kompetensi Sumber Berdasarkan Manusia (SDM).

Kecuali ini searah dengan anggapan dari Organization for Economic Co-Operation and Development (OECD) yang mengungkapkan bahwa terdapat relasi antara banyaknya masyarakat yang melek keuangan dengan nilai Programme for International Student Assessment (PISA) di suatu negara melalui edukasi kecakapan keuangan.

3. Memberantas Kemiskinan

 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Riset, Teknologi, dan  Tinggi (Kemenristekdikti) menyebutkan bahwa dengan meningkatnya literasi keuangan memberikan dampak signifikan terhadap usaha pengentasan kemiskinan.

Beberapa penelitian juga membuktikan bahwa di era ekonomi modern ini peningkatan literasi keuangan, kesadaran menabung, dan akses kepada jasa keuangan formal bisa memberikan manfaat kepada peningkatan kesejahteraan dan kondisi ekonomi, terutama bagi generasi millennial sebagai motor ekonomi bangsa.